Showing posts sorted by relevance for query kesalahan-dalam-memahami-politik. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kesalahan-dalam-memahami-politik. Sort by date Show all posts

Hubungan Politik dan Islam yang Harmonis

March 08, 2019
Kata politik sekarang mengalami defisit kepercayaan inflasi keburukan dan akibatnya pandangan sebagian masyarakat muslim indonesia sekarang mulai terhegemoni dengan stigama bahwa Islam tak wajib berpolitik atau terjun dalam dunia politik kenegaraan. Padahal apabila diuraikan semestinya dengan politik islam, cita-cita keadilan dan kesejahteraan universal lebih mudah diperjuangkan dengan tambahan arah perjuangan atas nama rakyat. Maka atas dasar demikian mari bersama mencoba melihat bagaimana politik dalam prespektif Islam ?

Islam dan politik merupakan dua hal berkesinambungan bukan hanya mengatur persoalan ritual keagamaan sebab islam merupakan agama syammil mutakammil "sempurna dan paripurna", maka demikian Islam mengatur seluruh aspek kehidupan baik urusan sosial budaya dan pemerintahan.

Lihat juga : Kesalahan Dalam Memahami Politik

Di dalam literatur Ilmu pengetahuan islam terdapat ilmu yang mengatur permasalahan politik atau yang dikenal dengan 'Siyasah' secara etimologi Siyasah memilik makna terkait negara dan kekuasaan dan dalam uraian secara Terminologi bahasa Siyasah di identik dengan mengatur, memperbaiki dan mendidik.

Demikian adapun perkataan yang berbunyi bahwa islam tak berpolitik secara esensi. Perkataan tersebut terbantahkan secara otomatis salah besar sebab islam membuktikan dalam sejarah perjuangan sebagian besar Nabi dan Rasul-Nya di zamannya bukan hanya melawan dalam bentuk fisik namun juga melakukan langkah persuasif dengan argumen-argumen diplomtis dalam mensuplai ide dan gagasan ketika membelah kaum-kaumnya.

Di dalam Islam sendiri, buku yang menjabarkan pokok ayat-ayat politik dalam Islam merupakan Kitab berjudul Al-Ahkam As-Sulthaniyyah karya Imam Al-Mawardi sebagai buku pertama yang membicara cara berpolitik Islam atau buku Siyasah Al-Mulk "Pimpinan kepemimpinan raja" dan masih kaya lagi yang dapat dijadikan referensi.

Hadirnya politik dalam bingkai islam di harapkan menjadikan alternatif untuk mengayomi keadilan atas nama rakyat, islam terdapat kriteria dalam urusan politik dalam memilih pemimpin di ambil dari sosok kepemimpinan Muhammad SAW sebagai berikut:

1. Siddiq (Jujur) Ketika rasulullah memimpin seluruh rakyat merasakan kesejahteraan dalam kehidupannya.

2. Amanah ( Terpercaya) selain terdapat sifat amanah Rasulullah juga dikenal dengan gelar Al Amin 'terpercaya' gelar yang diberikan sebelum pengangkatan menjadi Rasul Allah.

3. Tabligh (disampaikan) Seorang pemimpin haruslah terdapat pandangan untuk menyampaikan kebaikan-kebaikan hikmah inginpun lainnya. Sebagaimana Sabda Rasulullah 'sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat'.

4. Fathanah (Cerdas) Seorang Rasulullah terdapat kapabilitas dalam segi ilmu sesampai kemudian rasulullah begitu cerdas dalam menanggapi persoalan kehidupan umat. Karena cerdas dalam misi sebagai kunci kesejahteraan. Maka seorang pemimpin yang bergelanggang harus di uji dengan kriteria-kriteri diatas.

Terlebih politik islam dengan berbekal sosok pemimpin mumpuni dapat sebagai bentuk perubahan baru dalam upaya mensejahterahkan rakyat dan sekaligus membuktikan bahwa seharusnya politik dan islam tak dapat terpisahkan dalam tatanan kehidupan dewasa ini, seperti perkataan Imam Al-Ghazali "Agama dan Negara tak dapat dipisahkan : agama merupakan pondasi, lagikan pemerintah merupakan penjaga".

Lihat juga : Persiapkan Payung Politik Sebelum Musim Hujan Politik Berkepanjangan

Demikian argumen penguatan sebagai dalil melawan pandangan liberal yang terbangun ditengah masyarakat dewasa kini. Semoga dapat membantu.

Salam dunia hitam manis

Awin Buton

Kesalahan Dalam Memahami Politik

March 08, 2019
Sebagaimana biasanya, selesai sesi makan, dilanjutkan dengan duduk ngobrol santai. Begitulah yang kerap terjadi pada sebuah perkumpulan orang-orang di lingkungan tempat tinggal dalam suatu acara. Banyak topik yang dibicarakan pada malam itu. Kemudian masuk pada topik pembicaraan tentang politik. Untuk saat ini perbincangan tentang politik lagi marak-maraknya dengan moment pemilihan kepala daerah, legislatif dan pemilihan presiden di tahun 2019 yang akan datang.

Masing-masing para tetuah (orang-orang tua) malam itu menyampaikan pendapat mereka terkait problematika politik yang terjadi pada bangsa dan negara saat ini, ada yang membahasnya dari sudut pandang positif dan sebaliknya kaya juga melihat sisi negatif dari politik itu sendiri.

Saya sendiri hanya sebagai pendengar setia sebab sikap yang paling beretika menurut admin ketika berkumpul dengan kaya orang-orang tua yaitu cukup duduk dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Tidak baik menanggapi apalagi berdebat, bukan tentang pemahaman terkait apa yang dibahas tenamun rasa hormat di ruang non formal yang harus dijaga. Cukup dengan sebatang rokok dan segalas kopi sambil menjadi pendengar yang baik.

Hal menarik yang menciptakan admin tertarik namun tetap diam (mendengarkan) yaitu salah satu pendapat yang mengatakan bahwa politik itu jahat, tak baik dan menciptakan orang menjadi terpecah belah dalam hubungan silaturahmi.

Lihat juga : Etika Politik dan Wilayah Abu-Abu

Ingin sekali admin berargument ketika itu, namun tetap saja bagi admin sikap menghormati orang yang jauh lebih tua harus tetap dijunjung tinggi.

Apakah politik itu jahat ?


Jawabannya sudah pasti tak !. Kita berpikir saja secara simpel, apabila politik dikatakan jahat mengapa harus ada ilmu politik di kampus-kampus. Itu saja sudah cukup untuk menterangkan bahwa politik itu tak jahat.

Apa itu politik ?


Politik merupakan ilmu dan seni yang membahas tentang pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Singkatnya seperti itu dan masih kaya lagi pengertian politik yang dapat ditemukan sampai kemudian pengertian politik berdasarkan para ahli.

Saya sendiri bukan berlatar belakang ilmu politik hanya saja kerap bersdiskusi dengan teman-teman yang displin ilmu mereka politik.

Lihat juga : Konsep Dasar Politik Sesungguhnya Menurut Para Ahli

Jadi, keliru apabila ada yang beranggapan bahwa politik itu jahat atau buruk. Justru yang buruk itu sebenarnya orang-orang yang menjadikan buruk politik itu sendiri sesampai kemudian muncul istilah politik uang, politik praktis atau politik yang menghalalkan segala cara. Semua ilmu politik yang diajarkan di kampus itu baik. Jika buruk pasti tak akan diajarkan.

Kenyataan yang selalu terjadi, orang-orang yang berbicara tentang politik hanya berdasarkan sudut pandang pengalaman mereka masing-masing dan bukan berdasarkan pemahaman akan teori-teori politik itu sendiri. Mereka secara gamblang menghakimi tanpa memahami.

Lihat juga : Pengertian Dinasti Politik dan Telaah Dampak Dinasti Politik

Alangkah baiknya pahami secara baik apa yang dibicarakan agar kita tak terlihat pintar dalam kekurangan kita sendiri.

Menulis tanpa secangkir kopi di samping

Telaah Pecinta Presiden Cerdas dan Sabda Pemilu Damai

March 28, 2019
Siapakah sebenarnya yang layak disebut sebagai pecinta presiden? apakah pendukungnya? bukan, mengapa? sebab pendukungnya kerapkali tak lagi rasional menilai Presiden, salah benar kebijakan Presiden tetap saja dibela, lalu siapa? jawabnya merupakan para pengkritik dan menentangnya. Tentu tak semua.

Mereka yang mengkritik dan menentang Presiden tanpa tendensi apapun selain kemaslahatan Indonesia, penentangan dan kritikan tersebut merupakan warning agar si presiden kembali ke jalan yang tepat, bukankah ini yang disebut kepedulian terhadap figur tersebut, hanya saja apabila penentangan ini terus diabaikan, maka tak mustahil muncul gerakan baru yg melampaui penentangan..

Dengan demikian penentangan terjadi dan masif digerakan maka yang terjadi merupakan pembenaran diri yang dalam bahasa nietzsche upaya klaim kebenaran pemerintah merupakan klaim kekuasaan.

Lihat juga : Pemilu Aman di 2019 Tergantung Masyarakat yang Damai

Atas dasar semua itu. Pergerakan yang dianggap melawan dalam negara demokratis merupakan bentuk arogansi penguasa yang katanya negara demokratis, kaki tangan berani mengangkat pentungan dan menginjak dengan laras dengan semangat perintah, mengakibatkan perdarahan pada masyarakat yang seharusnya dijaga haknya.

Maka siapa sesungguhnya pecinta Presiden? Pergerakan mengingatkan demi kebaikan bersama sebab tak ingin bangsa ini rusak, hanya sebab si presiden yang dicintai lengah, lalai.? Bukankah mencintai harus memberikan perhatian dan mengingatkan apabila terjadi kesalahan?

Mencintai si presiden dengan membenarkan semua kesalahan dan melaksanakan semua bentuk kekeliruannya merupakan cinta buta dan bentuk penghianatan terhadap orang yang dicintai. Sekarang siapa yang mencintai sesungguhnya?

Semua pembela berdalil menginginkan bangsa ini maju bersaing dengan negara adidaya yang punya kelebihan di sedikit sektor-sektor pengembangan kesejahteraan. Namun tak ingin berpikir dan mngiritik kesalahan yang ada, sebab telah meyakini bahwa apa yang dilakukan si presiden merupakan kebenaran universal.

Demikian sadarlah sebab bangsa ini butuh pendukung yang rasional kritis dalam gambaran rakyat yang cerdas. Bukan cerdas menghujat, bukan cerdas dengan memukul namun sebab kritis demi kemaslahatan negara dan jujur merubah apabila salah.

Jikalau hendak menjadi negara maju dan bersaing dalam level global, tentu kita mestilah berusah semaximal mungjin mendekati pola berpikir masyarakat jepang dan amerika serikat yang lebih cerdas dalam mengolah sosial, memahami dinamika negara dan berbudaya maju dalam memandang dunia.

Telah hadir moment untuk memberikan hak suara kita kepada sosok pemimpin negara kita selama 5 tahun, maka setiap pendukung diharap benarkanlah apa yang menjadi kebenaran dan persoalkan sesuatu yang menjadi kesalahan demi indonesia yang lebih kuat bersaing meraih kesejahteraan.

Lihat juga : Prediksi Konstelasi Politik di Pilpres 2019

Telah hadir pula para Calon Presiden dengan tampilan beragam dengan nama yang sudah pasti dikenal sebagian besar masyarakat. Ujilah wahai para pemilih, ujilah sekeras cukup dengan dalil-dalil logis, maka dengan demikian diharapkan terciptanya Pemilihan Umum 2019 yang Damai.

Salam Dunia Hitam Manis

Penulis: Awin Buton