Showing posts with label Cyber Life. Show all posts
Showing posts with label Cyber Life. Show all posts
Whatsapp Android Uji Fitur Qr Code

Whatsapp Android Uji Fitur Qr Code

July 03, 2019
Ilustrasi WhatsApp. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)Ilustrasi WhatsApp. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)

Jakarta - Pada bulan Mei lalu, WhatsApp telah mengonfirmasi beberapa fitur gres yang akan dihadirkan pada layanan pesan onlinenya tersebut. Salah satunya fitur QR Code, yang bikin pengguna sanggup menambah kontak teman dengan memakai instruksi QR.

Sebelumnya fitur ini pertama kali dilaporkan telah diujicoba untuk perangkat iOS pada tahun kemudian bulan November. Kini fitur ini pun mulai dijajal untuk perangkat Android.




Dilansir detikINET dari WABetainfo, Rabu (3/7/2019), fitur ini hadir pada WhatsApp beta Android versi 2.19.189 dengan menunjukkan bocoran gambar bagaimana tampilan tombol pintasan instruksi QR nantinya.


FItur instruksi QR WhatsAppFItur instruksi QR WhatsApp Foto: Twitter/ WABetaInfo


Pada gambar tersebut ditunjukkan bahwa pengguna WhatsApp sanggup membuatkan nomor kontak teman dengan mengetuk tombol pintasan tersebut untuk memindai dan membuatkan instruksi QR ke sesama pengguna WhatsApp.

Ditambahkan lagi, nantinya fitur instruksi QR juga sanggup mempunyai fungsi lain ibarat membuatkan profil dan kemampuan untuk membuatkan status stories di Facebook. Namun fitur itu akan hadir pada WhatsApp Beta versi 2.19.151.







Simak Video "Kirim Foto Kualitas Tinggi Lewat WhatsApp? Bisa Banget!"
[Gambas:Video 20detik]
Kisah Driver Ojol Antarkan Anak Kuliah Di Luar Negeri Berkat Go-Jek

Kisah Driver Ojol Antarkan Anak Kuliah Di Luar Negeri Berkat Go-Jek

July 03, 2019
Foto: Dok. Go-JekFoto: Dok. Go-Jek

Jakarta - Go-Jek menggelar aktivitas 'Ngobrol Bareng Go-Jek' bersamaan dengan Go-Food Festival Bersama Berbagi Berkah di Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara ini merupakan salah satu dari enam kota yang digelar adalah Bandung, Medan, Manado, Pekanbaru, Palembang, dan Bali.

Acara ini merangkul total 10.000 anak yatim dan kawan driver beserta keluarga di seluruh Indonesia untuk berbuka puasa bersama untuk mengapresiasi mitra-mitra Go-Jek.

Di Ngobrol Bareng Go-Jek kali ini, kawan driver Go-Ride Go-Jek Rahmat Pringadi bercerita ihwal pengalamannya semenjak bergabung dengan Go-Jek. Sebagai kawan ia mencicipi banyak manfaat yang didapati dari program-program khusus kawan yang ditawarkan oleh Go-Jek.




"Dulu ketika bekerja serabutan, saya selalu galau gimana cara berobat apabila anak atau istri sakit, sering kepikiran juga mengenai masa depan pendidikan anak. Saya kan bukan pekerja kantoran, mana punya asuransi apalagi tabungan?" kata Rahmat dalam keterangan tertulis, Rabu (22/5/2019).

Namun, sehabis bergabung menjadi kawan Go-Jek, Rahmat mengaku sanggup mendapat saluran ke program-program menyerupai Bengkel Belajar Mitra (BBM), Go-Jek Swadaya, dan juga fitur khusus mitra. Dengan aktivitas tersebut, kawan Go-Jek sanggup mencicipi kelebihan yang ditawarkan Go-Jek menyerupai jikalau ada keluarga yang sakit. Mitra Go-Jek sanggup mempunyai asuransi dan telah dipermudah dengan tidak perlu antri panjang. Bahkan Rahmat menyampaikan anaknya sanggup mendapat beasiswa kuliah ke luar negeri.

"Beruntung saya jadi kawan driver Go-Jek. Bayangkan sebagai driver ojek online, saya dan keluarga sanggup mencicipi manfaat asuransi sampai KPR melalui aktivitas Go-Jek Swadaya. Saya rasa hanya di Go-Jek yang sanggup menyerupai itu, pekerja kantoran saja belum tentu sanggup mendapat laba menyerupai saya. Selain memanfaatkan aktivitas asuransi kesehatan, saya juga ikut dalam aktivitas asuransi kecelakaan, KPR rumah, dan tabungan pendidikan. Alhamdulillah, anak sulung saya turut terbantu lewat aktivitas tabungan pendidikan sehingga sanggup mendaftar untuk ikut beasiswa kuliah ke Turki," tutup Rahmat.


Melalui aktivitas Go-Jek Swadaya, Go-Jek bekerja sama dengan beberapa institusi yang mempunyai untuk memperlihatkan saluran khusus bagi kawan driver terhadap ragam layanan finansial, dispensasi biaya operasional, dan produk asuransi terjangkau. Menurut Go-Jek, sampai ketika ini tercatat ratusan ribu kawan driver yang aktif mengikuti banyak sekali macam aktivitas Go-Jek Swadaya.

"Alhamdulillah, selain sanggup memakai aplikasi kami sebagai sumber penghasilan, para kawan Go-Jek juga sanggup terus meningkatkan kesejahteraan mereka melalui banyak sekali aktivitas menyerupai Go-jek Swadaya dan Bengkel Belajar Mitra yang sanggup dipakai secara eksklusif maupun oleh keluarga mitra," ungkap Founder dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim.

Selain Nadiem, aktivitas tersebut juga dihadiri oleh Chief Food Officer Go-Jek Catherine Hindra Sutjahyo, Chief of Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita serta driver Go-Jek Rahmat Pringadi dan pemilik merchant Go-Food Agatha.
Go-Jek Si Ojek Online Yang Awalnya Terkenal Untuk Kirim Barang

Go-Jek Si Ojek Online Yang Awalnya Terkenal Untuk Kirim Barang

July 02, 2019
Foto: Robi Setiawan/detikcomFoto: Robi Setiawan/detikcom

Jakarta - Go-Jek remaja ini telah mempunyai lebih dari satu juta kawan driver, yang mana tak sedikit dari mereka asalnya berprofesi sebagai ojek pangkalan. Masyarakat pun cukup familiar dengan istilah 'ojek online' yang menempel pada Go-Jek.

Alih-alih kesuksesannya sekarang sebagai andalan transportasi yaitu ojek, pada awal berdirinya Go-Jek justru lebih bersahabat di masyarakat sebagai layanan pengantar barang.

"Orang yang pertama gunakan untuk kirim-kirim barang, bukan ojek. Kaprikornus ojeknya (pengguna) mungkin 20%, 80% kirim-kirim barang," kata pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim kepada detikcom.




Kalangan yang ketika itu mendominasi menjadi pengguna Go-Jek menurutnya salah satunya ialah sekretaris. Sekretaris banyak memakai Go-Jek untuk mengirim barang dan dokumen-dokumen kantor alasannya ialah dengan Go-Jek dapat lebih cepat.

Bagi Nadiem hal ini bukanlah masalah. Ini justru menunjukkan bahwa tugas ojek, khususnya di Indonesia sangatlah besar. Bukan hanya layanan transportasi, ojek mempunyai nilai lebih yang dapat dimanfaatkan.

"Ojek itu suatu hal yang nilainya luar biasa untuk aneka macam macam fungsi. Benefit-nya nggak ada orang lain yang percaya itu, (dulu) hanya tim aku yang percaya bahwa ojek ini aset negara, alasannya ialah ia dapat dipakai untuk aneka macam layanan bila ada kepercayaan," ungkapnya.




Dalam hal meraih kepercayaan ini, Nadiem pun mengungkapkan tidaklah mudah. Untuk itu ia pun harus mulai dengan percaya terlebih dahulu kepada masyarakat, sebelum ia dapat meraih kepercayaan dari masyarakat.

"Jadi Go-Jek itu mem-bridge tiga tahun pertama bangkit kepercayaan dulu, eh ternyata mereka (mitra Go-Jek) dapat lho profesional, dapat belikan makanan, dapat kirim dokumen yang berharga dan penting," katanya.


6 Fakta Soal Edmodo, Aplikasi Kelas Sekolah Online Yang Terkenal Di As

6 Fakta Soal Edmodo, Aplikasi Kelas Sekolah Online Yang Terkenal Di As

July 01, 2019
6 Fakta Soal Edmodo, Aplikasi Kelas Sekolah Online yang Populer di AS Foto: istimewa6 Fakta Soal Edmodo, Aplikasi Kelas Sekolah Online yang Populer di AS Foto: istimewa

Jakarta - Mungkin belum banyak yang mengenal Edmodo, layanan kelas online asal California, AS. Walaupun belum banyak dipakai di Indonesia, Edmodo merupakan layanan yang cukup terkenal di Amerika Serikat.

Aplikasi online ini sangat terkenal di kalangan guru sebab sanggup memudahkan pekerjaan mereka sehari-hari. Layanan menyerupai Edmodo sendiri dikenal dengan nama Learning Management System (LMS).




Tapi, apa tolong-menolong Edmodo? Mengapa aplikasi ini sungguh populer? Berikut ialah 6 fakta menarik ihwal Edmodo menyerupai dilansir detikINET dari aneka macam sumber.

1. Apa Itu Edmodo?

Edmodo ialah layanan online yang memudahkan guru untuk berkomunikasi dengan siswa dan orang tua. Dengan memakai aplikasi atau situs Edmodo, guru sanggup membagikan konten, teks, video, pekerjaan rumah dan kiprah kepada muridnya secara online.

Aplikasi ini biasa dipakai baik dikala guru berada di dalam maupun luar kelas. Aplikasi ini dirancang dengan fokus kepada guru, sebab siswa dan orang bau tanah hanya sanggup login dengan Edmodo bila menerima usul dari guru.

2. Tersedia di Seluruh Dunia

Edmodo didirikan oleh Nic Borg, Jeff O'Hara dan Crystal Hutter pada tahun 2008. Perusahaan ini bermarkas di San Mateo, California, AS.

Saat ini Edmodo telah mempunyai 100 juta pengguna. Seluruh pengguna ini tersebar di 400.000 sekolah di 190 negara. Sekitar setengah dari total pengguna ini berada di Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya dengan jumlah pengguna yang cukup signifikan antara lain Singapura, Indonesia, Uruguay dan Italia.

3. Cara Bergabung dengan Edmodo

Sebelum sanggup menciptakan kelas online di Edmodo, guru sebelumnya harus menciptakan akun terlebih dahulu yang terhubung dengan akun online mereka menyerupai Outlook, Google atau Facebook. Layanan Edmodo sendiri sanggup diakses oleh guru dan siswa dengan log in di desktop lewat situs mereka, atau lewat app yang tersedia untuk iOS dan Android.


Setelah bergabung, guru sanggup menciptakan grup dan mengundang siswa dan orang bau tanah untuk bergabung. Dalam grup ini, guru sanggup membagikan bahan pelajaran, foto dan artikel yang sanggup dilihat oleh seluruh siswa dalam format menyerupai news feed.

Untuk orang bau tanah dan siswa yang ingin mendaftar, Edmodo mempunyai sebuah laba tersendiri sebab mereka tidak perlu memasukkan informasi eksklusif mereka untuk menciptakan akun. Mereka hanya perlu memasukkan nama, nama keluarga, password dan arahan kelas yang diberikan oleh guru.



4. Keuntungan Menggunakan Edmodo

Menggunakan LMS menyerupai Edmodo sanggup membawa sejumlah laba untuk proses berguru mengajar di kelas maupun di luar kelas. Seperti menciptakan siswa merasa lebih termotivasi, mendukung kerja sama antar siswa, dan memungkinkan guru memperlihatkan feedback individual.

Yang lebih penting, mengubah sistem berguru menjadi online tentu menciptakan lingkungan kelas menjadi lebih ramah lingkungan sebab memakai lebih sedikit kertas.

5. Pernah Memenangkan Penghargaan

Pada tahun 2013, Edmodo masuk dalam daftar "Top Apps for Teachers" yang dirilis oleh PC Magazine. Selain itu, pada tahun 2014 Edtech Digest memberi penghargaan "Cool Tool Award for Best Assesment Solution" kepada tools Snapshot yang dikembangkan oleh Edmodo.

6. Pernah Menjadi Korban Hack

Pada bulan Mei 2017, Edmodo mengirimkan email untuk memberitahu penggunanya bahwa mereka gres saja menjadi korban peretasan. Data milik 77 juta pengguna bocor, termasuk username, password dan alamat email.

Karena semua password di-hash dan dienkripsi memakai algoritma bcrypt, upaya untuk mendekripsi semua password akan membutuhkan kerja yang sangat besar. Berdasarkan audit eksternal yang dilakukan oleh Edmodo, tidak ada laporan ihwal data sekolah atau identitas yang terkena dampak.




Simak Video "Isu Pemblokiran Iklan Rokok Berdampak ke Petani Tembakau "
[Gambas:Video 20detik]
Whatsapp Android Uji Fitur Qr Code

Whatsapp Android Uji Fitur Qr Code

July 01, 2019
Ilustrasi WhatsApp. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)Ilustrasi WhatsApp. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)

Jakarta - Pada bulan Mei lalu, WhatsApp telah mengonfirmasi beberapa fitur gres yang akan dihadirkan pada layanan pesan onlinenya tersebut. Salah satunya fitur QR Code, yang bikin pengguna sanggup menambah kontak teman dengan memakai instruksi QR.

Sebelumnya fitur ini pertama kali dilaporkan telah diujicoba untuk perangkat iOS pada tahun kemudian bulan November. Kini fitur ini pun mulai dijajal untuk perangkat Android.




Dilansir detikINET dari WABetainfo, Rabu (3/7/2019), fitur ini hadir pada WhatsApp beta Android versi 2.19.189 dengan menunjukkan bocoran gambar bagaimana tampilan tombol pintasan instruksi QR nantinya.


FItur instruksi QR WhatsAppFItur instruksi QR WhatsApp Foto: Twitter/ WABetaInfo


Pada gambar tersebut ditunjukkan bahwa pengguna WhatsApp sanggup membuatkan nomor kontak teman dengan mengetuk tombol pintasan tersebut untuk memindai dan membuatkan instruksi QR ke sesama pengguna WhatsApp.

Ditambahkan lagi, nantinya fitur instruksi QR juga sanggup mempunyai fungsi lain ibarat membuatkan profil dan kemampuan untuk membuatkan status stories di Facebook. Namun fitur itu akan hadir pada WhatsApp Beta versi 2.19.151.







Simak Video "Kirim Foto Kualitas Tinggi Lewat WhatsApp? Bisa Banget!"
[Gambas:Video 20detik]

Agar Tak Bikin Cemas, Notifikasi Facebook Dapat Dimatikan

Agar Tak Bikin Cemas, Notifikasi Facebook Dapat Dimatikan

June 28, 2019
Foto: TheUxBlogFoto: TheUxBlog

Jakarta - Bulatan merah notifikasi Facebook sering kau rasa mengganggu dan mengakibatkan rasa cemas tak jelas? Tenang, Facebook tampaknya segera punya solusi untuk ini.

Dikutip detikINET dari Ubergizmo, Jumat (27/6/2019), Facebook diketahui sedang menguji serangkaian pengujian yang memungkinkan pengguna mematikan notifikasi berupa bulatan merah pada aplikasi Facebook.

Selama ini, notifikasi bulatan merah tidak bisa dihilangkan. Jika pengguna tidak menginginkannya, mereka harus secara manual terpaksa membuka setiap tab biar notifikasi tersebut hilang.




Bulatan merah disertai angka update yang 'wajib' dilihat pengguna ini muncul di mana-mana, mulai dari Watch, Groups dan tab lain di dalam aplikasi.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, notifikasi ini memunculkan kecemasan yang tidak beralasan di kalangan pengguna. Bulatan merah tersebut seakan meminta perhatian si pengguna terus menerus tanpa henti.

"Kami memikirkan bagaimana pengguna menghabiskan waktu mereka di aplikasi Facebook dan memastikan bahwa waktu yang mereka habiskan benar-benar berguna," kata juru bicara Facebook.




Sejauh ini, kemampuan tersebut masih dalam tahap pengujian secara publik. Facebook mengonfirmasi bahwa pengujian ini dilakukan pada pengguna iOS dan Android terpilih.




Simak Video "Gratis! Ini Cara Gunakan Fasilitas Ruang Kopdar dari Facebook"
[Gambas:Video 20detik]